membuat ZOID

Berawal dari percakapan aku dan temanku di facebook, sebagai informasi temanku yang satu ini sangat tergila-gila dengan film animasi, kamen raider, dragon ballz, ZOID, ultraman, power ranger, dll. Dari segi usia, sebenernya udah gak pantes buat ngefans sama tokoh2 dalam film kartun tersebut. Tapi setelah di pikir2 cukup ada untungnya juga memperhatikan film2 tersebut, pasalnya film2 kartun / animasi kadang mempunyai unsur hi-tech atau teknologi tinggi yang tak di jumpai pada SINETRON :)) :halah:, ada banyak banget hi-tech khayalan di film animasi/kartun khususnya yang dari jepang, dan dari situlah mungkin ide dari inovasi teknologi dimulai.

Aku dan temenku itu kuliah di teknik, aku di teknik elektro unsoed dan temanku di teknik industri UPS tegal.

ya kelihatannya sih kami punya kesenangan yg sama, suka otomotif, suka teknik dan suka becanda :))

suatu hari dia bikin status di facebook dan kita pun berkhayal ria :))

gini :

ya, temenku yang satu ini menghayal mau bikin zoid,

kalian tau ZOID??? zoid di jelaskan secara gamblang di http://en.wikipedia.org/wiki/Zoids

ya, zoid adalah waralaba yang menjual model mainan robot2an yang berbasis pada bentuk dan sifat hewan, robot2 itu dipersenjatai untuk bertempur, sebagai promosi waralaba tersebut, ZOID ini di buatkan film kartunnya dan di dalam film kartun itu Zoid ini dapat bergerak sendiri dan dapat dikatakan mmempunyai perasaan selain itu ZOID ini juga dapat ditunggangi dengan menyediakan kokpit untuk 1 orang joki, untuk zoid yang  masih kecil, tidak ada kokpitnya.

dalam film tersebut tidak dijelaskan mengenai sumber tenaga ZOID, sistem penggerak, dan lain-lain, yang jelas film itu hanya untuk fantasi anak-anak untuk memainkan boneka robot-robotan zoid tersebut.

Tapi bagi kami, membuat ZOID beneran adalah hal yang sangat memungkinkan, tentunya jika ada semua faktor pendukungnya…nah, mungkin ZOID sekarang bentuknya seperti di bawah ini :

Yup, meskipun kobelco di atas rumit, tapi itu adalah konsep sederhana dari ZOID. lengan besi, hidraulic set, diesel engine, sistem operasi.

iya benar, sesimple itu konsepnya…

Emm, mungkin kalau ZOID itu jadi di buat akan berwujud seperti ini :

atau mungkin seperti ini :

spesifikasi yang akan ditanamkan pada ZOID ini adalah :

dimensi (PxLxT) : 5m x 3m x 3,3m (tanpa senjata)

body : baja dan titanium

bahan bakar : SOLAR

engine : Mitsubishi Fuso 6D22T. 11.149cc 280-330PS

sistem mekanik di tiap sendi menyesuaikan pada karakter sendi pada binatang macan. Sistem mekanik ini menggunakan hydraulic 100kg dengan relay pengatur pompa paralel yang dilengkapi dengan booster hydraulic yang di atur oleh program yang diolah dengan processor 8core (intel core i7). Pemrograman untuk gerak dibikin sehalus mungkin sehingga gerakan dari ZOID tersebut terlihat luwes seperti gerakan macan.

 

meskipun cuma khayalan tapi ini sangat mungkin untuk di realisasikan…

Desmosedici GP12

Tunggangan baru bang Rossi dan bang Hayden ini menurut Om Fillipo 90% baru, bagian yang lama katanya cuma bagian depan, di bagian sekitar setir dan suspensi depan. Tidak lagi menggunakan Chasis dari bahan serat karbon, tapi dari Aluminium yang di bagian pemegang mesin (engine mounting) memungkinkan untuk setting kedudukan mesin, sehingga weigth distribution atau distribusi berat dari motor itu dapat di atur sedemikian hingga sesuai dengan permintaan rider. hal ini beda dengan versi sebelumnya (GP11.1) yang harus membuat dudukan lagi di bagian mesin sehingga dapat di ubah kedudukan mesinnya. sehingga pada motoGP 2011 rossi terpaksa memakai mesin ke 7 demi untuk mencari kedudukan mesin yang pas.

dibawah ini adalah sedikit spek dari GP12

Ducati Desmosedici GP12
Bobot                                                    : dry 155 kg
Kecepatan maksimal                      : >360 km/jam
Akselerasi 0 ke 100 km/jam       : 2,6 detik
Power                                                    : 250 HP

Mesin 4 langkah dengan sistem pendingin cair, empat silinder dan empat katup per silinder, dengan teknologi kontrol desmodromic valve system.
Sudut kemiringan silinder           : 90 derajat.
Kapasitas                                            : 999cc
Electronics                                        : Magneti Marelli
Gearbox                                              : Enam percepatan
Kopling                                                : Kering, multi- plate
Rantai                                                  : Regina

Sasis
Ducati aluminium frame (twin spar)


Suspensi depan                                : Ohlins diameter 48 mm
Suspensi belakang                           : Ohlins
Rem depan                                         : empat piston Brembo calipers, double Brembo dengan diameter 320 mm
Rem belakang                                   : dua piston Brembo caliper, Brembo steel disc 16,5 inchi magnesium Marchesini
Ban                                                        : Bridgestone
Fuel tank                                             : 21 liter
Fuel                                                       : Eni

sumber gambar : MCN

life is wonderful

Sebenernya pengen banget nulis tentang semua perjalanan kisah cintaku di blog-ku ini, biar bener2 jadi “kisah klasik di massa depan”, tapi sudahlah, biar itu tetap menjadi kenangan yang tak terusik di hatiku dan orang2 yang pernah mencintaiku dengan hati yang tulus…

emm, mengapa aku selalu ingin melupakan / tidak memikirkan sesuatu

Tapi justru malah jadi pikiran??

Kadang aku ingin melupakan sesuatu yang mungkin itu adalah hal buruk atau mungkin sangking indahnya hal itu. Kejadian buruk, orang yang jahat, patah hati, orang yang dibenci, orang yang tak mungkin lagi ku sayangi, dan sebagainya, semua hal itu tidak ingin aku ingat dan mencoba untuk tidak memikirkannya yaitu dengan mengalihkan perhatianku pada hal-hal lain yang lebih menyenangkan Namun satu hal yang pasti adalah sesuatu yang buruk yang ingin dilupakan tidak akan selalu dapat untuk aku enyahkan dari pikiran, ketika ada satu hal yang berkaitan dengan hal buruk tersebut otomatis otakku akan memikirkannya, entah itu berpikir “kenapa?” atau “apa yg akan terjadi selanjutnya” atau bahkan “bagaimana seharusnya”. otak kita memang sudah tersetting untuk tidak bisa menghapus sebuah memori yang sudah tercatat didalamnya, yang ada hanya tidak ingat, lupa atau hilang ingatan.

kadang aku lihat status temen2 di facebook, “ingin hilang ingatan” ; “andai otakku seperti hard disk, aku ingin mem-formatnya” ; “tidur ahh, dari pada inget terus” ; dll, konyol memang, tapi setidaknya itu membuktikan bahwa bukan cuma aku yang gak bisa melupakan sesuatu dengan semudah membalik telapak tangan (bagi yg punya tangan).

Satu solusi praktis yang cukup menenangkanku adalah dengan meyakinkan diri bahwa aku berada dalam posisi benar, apa yang telah aku lakukan atau terjadi padaku bukanlah suatu kesalahan, melainkan suatu hal yang memang hal yang terbaik untuk terjadi karena tanpa hal buruk itu aku tidak akan dapat membedakan mana kejadian baik, baik sekali, buruk
atau buruk sekali. Hal tersebut membuatku bersyukur akan keadaan yang lebih baik yang (mungkin) kita alami sekarang dan bersyukur atas kekayaan rasa (pengalaman merasakan) yang ku miliki.

untuk membutuhkan satu hal untuk mendapatkan hal yang lain seperti lirik pada lagunya Jason Mraz yang judulnya Life is Wonderful :

It takes a crane to build a crane
It takes two floors to make a story
It takes an egg to make a hen
It takes a hen to make an egg
There is no end to what I’m saying

It takes a thought to make a word
And it takes some words to make an action
It takes some work to make it work
It takes some good to make it hurt
It takes some bad for satisfaction

It takes a night to make it dawn
And it takes a day to make you yawn brother
And it takes some old to make you young
It takes some cold to know the sun
It takes the one to have the other

And it takes no time to fall in love
But it takes you years to know what love is
It takes some fears to make you trust
It takes those tears to make it rust
It takes the dust to have it polished

bersamamu

Aku bisa bayangin, waktu kecil ketika kamu udah bisa berjalan dan sudah keluar gigi susu, ketika itu juga aku baru dilahirkan….., masa2 selama hampir 18 tahun kita habiskan tanpa saling mengenal, berada di tempat yg berbeda, mengenal orang yang berbeda2 dan melakukan hal yang berbeda juga.
Hingga suatu hari kita mengenal 1 orang yang sama sehingga kita saling mengenal, dan seketika setelah itu kadang kita berada di tempat yang sama, mengenal beberapa orang yang sama, dan melakukan beberapa hal yang sama.
ya, kini aku dan kamu telah bersama
ya, kini kita sepasang kekasih

Menyambung Kabel Headset

Posting ini diambil dari salah satu jawaban saya di salahsatu postingan blog saya yaitu “PRAKTIKUM MENYAMBUNG KABEL FLEKSIBEL LCD LAPTOP

pertanyaan dari blog walker :

Plis help dong, gw baru beli headset yang ada micnya, eh iseng2 mau tau dalemannya gw buka, gara2 asal buka kabel mic sama kabel ke salah satu speaker headset putus, nyambunginnya gimana ya? kabelnya tipis juga, gw coba sambungin kayak kabel listrik biasa tetep gak bisa… Plis help doong…

jawaban dari saya :

uraian singkat :
yang gw tau sih, nyang namanya head set biasanya kabelnya kuecil2 buanget…
kabel ini biasanya terbungkus oleh lapisan luar nyang biasanya terbuat dari bahan campuran karet+plastik dgn karet lebih banyak dari plastiknya(sangat disukai tikus rumah, biasanya buat bersihin gigi). atau ada juga yang di lapisi Kain seperti kabel setrikaan, hal ini dimaksudkan agar kabel tidak cepat putus.

Sekedar pengalaman gw, gw pernah nyoba nyambung headset handphone yang kabelnya diisengin si tikus. waktu itu gw pke heatset nyang ada tombol pengatur volumenya yang nyatu sama mic. untuk lebih gampangnya, kabel headset gw bagi jadi 2bagian.
(1). bagian dari jack sampe pengatur volume
(2). bagian dari pengatur volume sampe speaker headset
untuk bagian (1) ada 3pasang kabel, untuk yang (2) ada masing-masing 1pasang kabel yang masing2 menuju speaker. untuk masalah yang bro Tiyo derita, kebetulan gw jg pernah menderitanya.
kabel yang bagian (2) ato kabel speaker ada yang putus. pertanyaanya : gimana nyambungnya…??????

jawab :
yang ke speaker, keliatannya hanya ada 1kabel. tapi sebenarnya di dalemnya ada 2 line kabel tembanga dengan susunan persis seperti kabel koaxial antena (1kabel inti (+) ; di kelilingi kabel serabut halus (-)). untuk menyambung kabel intinya mungkin mudah, karena masih agak besar tapi ingat, kabel inti ini di lapisi oleh lapisan email. jadi harus di kerok dlu/di amplas. disambung pake kabel tembaga listrik biasa.. tapi ambil 1helai tembaganya saja. nymbungnya cukup di iket kabelnya 1 dengan yang lainnya + di solatip.
untuk yang serabut, kabel ini tidak dilapisi email. jadinya tinggal ditempel juga udah konek. cara nyambungnya gini bro :
bakar kabel sisi yang akan disambung dan sisi satunya lagi. kalo bisa sih bakarnya jangan berdekatan sama kabel inti yang barusan di sambung. nah, kalo udah dibakar kan jadi kliatan tembaganya tuhh (ada 2 kabel yang mirip kabel koaxial antena), trus di bersihin bekas bakarannya pake bensin sampe mengkilat lagi trus dibersihin pake tisu, trus ambil kabel listrik yang tadi buat nyambung kabel inti, ambil 1helai aja trus diiketin ke bekas bakarannya tadi trus di solatip. lakukan pada sisi satunya.
ingat : jangan sampe kabel (+) dan (-) bersentuhan, kalo bersentuhan, bisa2 malah sound card anda bisa rusak

saya yakin anda pusing dengan jawaban saya, semoga membantu

solusi drop tegangan motor penggerak roda pada Line Follower

Setelah teman saya ber inisial GS melakukan percobaan berulang dan berulang kali,,
akhirnya teman saya menyarankan setiap kali pembuatan robot ‘WAJIB’ ‘WAJIB’ dan ‘WAJIB’ memakai DUA SUMBER DAYA (BATRE) terpisah untuk motor dan mikrokontroller, katanya kalo 1 batre DIJAMIN deh kalo pake motor super, mikrokontroller pasti ngeheng dan mendem disco, dan jika pake regulator yg terpisah masih rada mendem,,
Saya sih percaya aja sama dia soalnya dia sudah melakukan dg berulang kali dirumah sampai bosan..
Dulu mas UGM inisial Anang pernah blg: masalah tingkat selanjutnya adalah pengaruh drop tegangan motor ke mikro, tp mas’nya ga blg solusinya, la untk smentara solusinya cm ini yg ditemukan dan atas rekomendasi senior, semoga bermaanfaat,,

SIMULASI EFFECT OF TIMING ERROR PADA TRANSMISI ASYNCHRONOUS

1. DESKRIPSI SIMULASI

Transmisi asynchronous memanfaatkan cara dengan mengirimkan deretan bit yang panjang dan tidak putus-putus. Jadi, data yang ditransmisikan adalah satu karakter sekaligus, dengan panjang karakter mencapai lima sampai dengan delapan bit. Sinkronisasi dipertahankan dalam setiap pengiriman karakter; receiver memiliki peluang untuk melakukan sinkronisasi pada permulaan setiap karakter baru. Bila tidak ada karakter yang ditransmisikan, jalur antara transmitter dan receiver berada dalam keadaan idle. Permulaan karakter ditandai dengan satu start bit dengan nilai biner 0. kemudian diikuti oleh 5 sampai dengan 8 bit sebagai karakter/data. Biasanya, bit-bit data diikuti oleh bit paritas. Jumlah total bit setiap karakter, termasuk bit paritas, bisa genap (paritasgenap) atau ganjil (paritas ganjil). Elemen terakhir disebut stop bit, yangberupa biner 1. Panjang minimum stop bit mempunyai ketentuan sendiri. Elemen terakhir menunjukkan status idle. Oleh karena itu, transmitter tidak akan mengirimkan stop bit sampai siap mengirimkan karakter berikutnya.

Perhatikan contoh berikut! Bila diasumsikan data rate adalah sebesar 10 kbps, maka masing masing bit besarnya 0,1 ms atau 100 μs. Dianggap receiver mempunyai error kecepatan sebesar 6% atau 6 μs per waktu bit.Sehingga receiver akan membaca kedatangan karakter setiap 94 μs. Kemungkinan kesalahan yang dapat muncul ada dua jenis. Pertama, bit yang terakhir tidak diterima dengan benar. Kedua, perhitungan bit diluar dari yang ditentukan. Bila bit-7 dibaca sebagai bit-8, maka bit selanjutnya akan salah dibaca sebagai awal bit. Kondisi ini disebut dengan framing error. Framing error kadang terjadi bila adanya derau memunculkan bit awal yang salah sepanjang status idle.

Ganbar 1. Transmisi Asynchronous

Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa pada transmisi asynchronous terdapat effect of timing error. Effect of timing error terjadi karena perbedaan antara waktu pengiriman (transmitter timing) dengan waktu penerimaan (receiving timing). Jika perbedaan waktu pengiriman dan waktu penerimaan terlalu besar maka akan terjadi kesalahan pembacaan data pada sisi penerima (receiver).

Oleh karena itu pada simulasi ini akan dirancang suatu simulasi effect of timing error dengan menggunakan software octave. Pada simulasi akan dicari persentase batas error time pengirim dan penerima yang masih diperbolehkan, agar data yang dikirimkan dapat terbaca dengan baik pada sisi penerima (receiver).

Cara kerja program yang dibuat adalah sebagai berikut :

  1. Data (8 bit) ditransmisikan dengan kecepatan transfer 1bit per 100 µsec
  2. Kecepatan penerima diset oleh user dengan kecepatan beberapa persen (%) lebih lambat dari kecepatan  transmitter
  3. Program akan mengkalkulasi kecepatan receiver berdasarkan timing error yang dimasukkan oleh user.
  4. Program akan menampilkan data yang dikirim, kecepatan transmitter, kecepatan receiver, data yang diterima, dan grafik hasil simulasi yang diperoleh dari inputan oleh user.

2. MANFAAT SIMULASI

  1. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja transmisi asynchronous.
  2. Mahasiswa dapat memahami effect of timing error pada transmisi asynchronous.
  3. Mahasiswa dapat memahami cara kerja dari program yang telah dibuat.
  4. Mahasiswa dapat menentukan error time agar tidak terjadi kesalahan pembacaan data pada sisi penerima (receiver).
  5. Mahasiswa dapat mengaplikasikan hasil simulasi.

3. KODE SUMBER PROGRAM

Program untuk simulasi effect of timing error ini dijalankan di OCTAVE. Berikut ini Source Codenya:

printf(“Data yang Dikirim\n”)

datatx = [ 1 1 0 1 0 0 0 1]

b = 100;

e = input (‘masukkan persentase error = ‘);

c = b – ((b*e)/100);

trx = 0;

d = 0;

for i = 1 :8

trx = trx+c;

d = d + b;

timetx(i) = d;

timerx (i)= trx;

rxindex = floor ( (trx+50)/ 100);

datarx(i) = datatx(rxindex);

endfor

printf ( “Data yang Diterima\n”)

datarx

printf (“waktu pada pengirim\n”)

timetx

printf (“waktu pada penerima\n”)

timerx

x = datatx;

n = timetx;

x1 = datarx;

n1 = timerx;

subplot(2,1,1); [x, y ] = stairs(n,x); plot (x,y,’–rs’,’LineWidth’,5,’MarkerEdgeColor’,’k’,’MarkerFaceColor’,’g’,’MarkerSize’,1); title(‘DATA YANG DIKIRIM’)

subplot(2,1,2); [x1,y1] = stairs(n1,x1); plot (x1,y1,’–rs’,’LineWidth’,5,’MarkerEdgeColor’,’k’,’MarkerFaceColor’,’g’,’MarkerSize’,1); title(‘EFFECT OF TIMING ERROR’)

 

4. OUTPUT PROGRAM

Pada simulasi dilakukan percobaan dengan timing error yang berbeda – beda, yaitu 0%, 5%, 6%, dan 7%. Hal ini dilakukan untuk menentukan batas timing error (dalam persen) agar data yang dikirim masih dapat terbaca dengan baik pada sisi penerima (receiver).

  • Pada percobaan pertama dengan persentase timing error 0% didapatkan hasil sebagai berikut :

  • Pada percobaan kedua dengan persentase timing error 5% didapatkan hasil sebagai berikut :

  • Pada percobaan ketiga dengan persentase timing error 6% didapatkan hasil sebagai berikut :

  • Pada percobaan keempat dengan persentase timing error 7% didapatkan hasil sebagai berikut :

Dari hasil simulasi dengan 4 percobaan tersebut dapat dlihat bahwa pada saat timing error 0%, 5%, dan 6% didapatkan hasil pembacaan pada sisi penerima yang masih benar (data yang diterima sama dengan data yang dikirim). Namun pada saat timing error yang diberikan sebesar 7%, maka data yang dikirimkan tidak bisa dibaca dengan baik pada sisi penerima (receiver), hal ini ditunjukkan dengan bit terakhir ( bit ke-8 ) pada sisi receiver tebaca dengan nilai pada bit ke 7, yaitu 0 (data yang diterima tidak sama dengan data yang dikirim).

Dari simulasi ini dapat disimpulkan bahwa batas timing error pada transmisi asyncrhonous adalah 6%, agar data yang diterima sama dengan data yang dikirim.

Adine FUSO

Hahahahahahhahahaahahahhahahahahahahahaahah,,, naik motor sambil ketawa ketiwi sendiri ngliat Truck Mitsubishi fuso CANTER yang satu ini. Soalnya ada tulisannya “Adine FUSO” yang artinya Adiknya FUSO. kita semua tau bahwasannya FUSO adalah varian truk dari mitsubishi yang gede2, tapi sekarang yang kecil juga dinamai FUSO, padahal dulu masih pake nama COLT dan saya kira nama itu masih melekat di hati masyarakat Indonesia. Jadi meskipun namanya sudah diganti FUSO sama mitsubishi, tetep aja masyarakat Indonesia gak mau Tau, pokoknya yang namanya FUSO itu Truk yang GEDE, bukan yang kecil.(titik). Ya, mungkin itu yang meng-ilhami truk yang satu ini…

Gambar mitsubishi fuso canter (kecil)

Gambar Mitsubishi FUSO 500 6×4 (trailer)

Gambar “Adine FUSO”

Si ijo nampang di internet… (Yamaha Vega th 2000)

Ini dia BEBEK TEMPUR saya,, Yamaha Vega tahun pembuatan 1999 (1st generation of Vega) tapi tahun pembeliannya 2000. Semua spesifikasinya standart, dah pernah ganti piston tapi gantinya yang standar juga, ganti kampas kopling standar juga, per koplingnya juga udah ganti tapi yang ini ganti punya yamaha RX king, hehhe…

Dari segi ampilan saya cuma rubah warna, dari hijau tua ke hijau muda, lampu-lampu saya ganti punya Vega R (T105SE) yang tahun 2005 biar keliatan kinclong dikit, kenalpot saya pakai punya Jupiter Z 2004 yang masih pake sarangan, shock breaker belakang dulu pake YSS, tapi sekarang pake punya jupiter Z 2004.

Buat harian ya lumayan lah,, dari pada naik angkot ato jalan kaki,, cuma 105cc tapi gak kalah juga kalo diadu sama yang 110cc/115cc (motor jaman sekarang). Meskipun udah 11tahun, tapi tunggangannya cuma beda tipis sama yang baru keluar dari dealer…. coba aja…. hahaha.

Dibawah ini adalah foto si ijo si ijo sebelum di Cat, iya warnanya emang ijo dari sananya, di STNKnya juga Hijau…

Berhubung saya orangnya bosenan, ganti warna dehh….

karena terkalu polos, jadi biar gak polos2 amat saya kasih tuliasan “NINJA kid” dengan huruf pada kata “kid” yang sangat kecil sehingga yang keliatan Ninjanya doank, hhee… di bawah ini foto waktu temensaya ulang taun,, tapi gak tau kenapa malah motorku yg jadi kaya gini…… tapi bagus juga sih….

di bawah ini versi yang sekarang, tak kasih striping “SPARK RX”, Ban tak ganti agak besar depan 80/80 belakang 80/90, shock belakang diganti punya Jupiter Z 2004 biar lebih empuk.

ini full versionnya :

Tampak depan :

Dari angel yang enak dilihat :

Gambar Aneh

Iseng-iseng mengais-ngais isi hardisk,, eh malah nemuin ni gambar. gambar ini dulu saya bikin waktu belajar macromedia fireworks,, software itu yang menjadi software pengolah gambar pertama yang aku pelajari, bahkan dulu aku malah gak tau Ms. Paint. Rencananya sih itu pengen dibikin mobil toyota hartop.

Ya, dari pada bingung gak ada yang ditulis jadinya menjadikan ini sebagai bahan tulisan deh, hahahahhaha…..