1. DESKRIPSI SIMULASI

Transmisi asynchronous memanfaatkan cara dengan mengirimkan deretan bit yang panjang dan tidak putus-putus. Jadi, data yang ditransmisikan adalah satu karakter sekaligus, dengan panjang karakter mencapai lima sampai dengan delapan bit. Sinkronisasi dipertahankan dalam setiap pengiriman karakter; receiver memiliki peluang untuk melakukan sinkronisasi pada permulaan setiap karakter baru. Bila tidak ada karakter yang ditransmisikan, jalur antara transmitter dan receiver berada dalam keadaan idle. Permulaan karakter ditandai dengan satu start bit dengan nilai biner 0. kemudian diikuti oleh 5 sampai dengan 8 bit sebagai karakter/data. Biasanya, bit-bit data diikuti oleh bit paritas. Jumlah total bit setiap karakter, termasuk bit paritas, bisa genap (paritasgenap) atau ganjil (paritas ganjil). Elemen terakhir disebut stop bit, yangberupa biner 1. Panjang minimum stop bit mempunyai ketentuan sendiri. Elemen terakhir menunjukkan status idle. Oleh karena itu, transmitter tidak akan mengirimkan stop bit sampai siap mengirimkan karakter berikutnya.

Perhatikan contoh berikut! Bila diasumsikan data rate adalah sebesar 10 kbps, maka masing masing bit besarnya 0,1 ms atau 100 μs. Dianggap receiver mempunyai error kecepatan sebesar 6% atau 6 μs per waktu bit.Sehingga receiver akan membaca kedatangan karakter setiap 94 μs. Kemungkinan kesalahan yang dapat muncul ada dua jenis. Pertama, bit yang terakhir tidak diterima dengan benar. Kedua, perhitungan bit diluar dari yang ditentukan. Bila bit-7 dibaca sebagai bit-8, maka bit selanjutnya akan salah dibaca sebagai awal bit. Kondisi ini disebut dengan framing error. Framing error kadang terjadi bila adanya derau memunculkan bit awal yang salah sepanjang status idle.

Ganbar 1. Transmisi Asynchronous

Pada gambar 1 dapat dilihat bahwa pada transmisi asynchronous terdapat effect of timing error. Effect of timing error terjadi karena perbedaan antara waktu pengiriman (transmitter timing) dengan waktu penerimaan (receiving timing). Jika perbedaan waktu pengiriman dan waktu penerimaan terlalu besar maka akan terjadi kesalahan pembacaan data pada sisi penerima (receiver).

Oleh karena itu pada simulasi ini akan dirancang suatu simulasi effect of timing error dengan menggunakan software octave. Pada simulasi akan dicari persentase batas error time pengirim dan penerima yang masih diperbolehkan, agar data yang dikirimkan dapat terbaca dengan baik pada sisi penerima (receiver).

Cara kerja program yang dibuat adalah sebagai berikut :

  1. Data (8 bit) ditransmisikan dengan kecepatan transfer 1bit per 100 µsec
  2. Kecepatan penerima diset oleh user dengan kecepatan beberapa persen (%) lebih lambat dari kecepatan  transmitter
  3. Program akan mengkalkulasi kecepatan receiver berdasarkan timing error yang dimasukkan oleh user.
  4. Program akan menampilkan data yang dikirim, kecepatan transmitter, kecepatan receiver, data yang diterima, dan grafik hasil simulasi yang diperoleh dari inputan oleh user.

2. MANFAAT SIMULASI

  1. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja transmisi asynchronous.
  2. Mahasiswa dapat memahami effect of timing error pada transmisi asynchronous.
  3. Mahasiswa dapat memahami cara kerja dari program yang telah dibuat.
  4. Mahasiswa dapat menentukan error time agar tidak terjadi kesalahan pembacaan data pada sisi penerima (receiver).
  5. Mahasiswa dapat mengaplikasikan hasil simulasi.

3. KODE SUMBER PROGRAM

Program untuk simulasi effect of timing error ini dijalankan di OCTAVE. Berikut ini Source Codenya:

printf(“Data yang Dikirim\n”)

datatx = [ 1 1 0 1 0 0 0 1]

b = 100;

e = input (‘masukkan persentase error = ‘);

c = b – ((b*e)/100);

trx = 0;

d = 0;

for i = 1 :8

trx = trx+c;

d = d + b;

timetx(i) = d;

timerx (i)= trx;

rxindex = floor ( (trx+50)/ 100);

datarx(i) = datatx(rxindex);

endfor

printf ( “Data yang Diterima\n”)

datarx

printf (“waktu pada pengirim\n”)

timetx

printf (“waktu pada penerima\n”)

timerx

x = datatx;

n = timetx;

x1 = datarx;

n1 = timerx;

subplot(2,1,1); [x, y ] = stairs(n,x); plot (x,y,’–rs’,’LineWidth’,5,’MarkerEdgeColor’,’k’,’MarkerFaceColor’,’g’,’MarkerSize’,1); title(‘DATA YANG DIKIRIM’)

subplot(2,1,2); [x1,y1] = stairs(n1,x1); plot (x1,y1,’–rs’,’LineWidth’,5,’MarkerEdgeColor’,’k’,’MarkerFaceColor’,’g’,’MarkerSize’,1); title(‘EFFECT OF TIMING ERROR’)

 

4. OUTPUT PROGRAM

Pada simulasi dilakukan percobaan dengan timing error yang berbeda – beda, yaitu 0%, 5%, 6%, dan 7%. Hal ini dilakukan untuk menentukan batas timing error (dalam persen) agar data yang dikirim masih dapat terbaca dengan baik pada sisi penerima (receiver).

  • Pada percobaan pertama dengan persentase timing error 0% didapatkan hasil sebagai berikut :

  • Pada percobaan kedua dengan persentase timing error 5% didapatkan hasil sebagai berikut :

  • Pada percobaan ketiga dengan persentase timing error 6% didapatkan hasil sebagai berikut :

  • Pada percobaan keempat dengan persentase timing error 7% didapatkan hasil sebagai berikut :

Dari hasil simulasi dengan 4 percobaan tersebut dapat dlihat bahwa pada saat timing error 0%, 5%, dan 6% didapatkan hasil pembacaan pada sisi penerima yang masih benar (data yang diterima sama dengan data yang dikirim). Namun pada saat timing error yang diberikan sebesar 7%, maka data yang dikirimkan tidak bisa dibaca dengan baik pada sisi penerima (receiver), hal ini ditunjukkan dengan bit terakhir ( bit ke-8 ) pada sisi receiver tebaca dengan nilai pada bit ke 7, yaitu 0 (data yang diterima tidak sama dengan data yang dikirim).

Dari simulasi ini dapat disimpulkan bahwa batas timing error pada transmisi asyncrhonous adalah 6%, agar data yang diterima sama dengan data yang dikirim.

About primandita

a Man who loves engineering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s