Tuner (atau MU/Matching Unit) sifatnya mutlak perlu (mandatory)pada operasi antena (apapun) yang menggunakan balanced feeder, kecuali kalau Rig/Transceivernya sudah dilengkapi dengan ATU (Automatic Tuning Unit) dengan balanced output seperti juga sudah disebutkan di atas.
Tuner/MU ini berfungsi sebagai penyelaras untuk menjodohkan keluaran TRCVR yang bersifat
unbalanced & low impedance (lewat konektor coaxial 50 ohm) dengan balanced feeder line berimpedansi tinggi (yang berbeda dari satu band ke band lainnya).
Di pasaran sudah JARANG ada Tuner dengan karakteristik beginian (jadoel ada merk Johnson
Viking yang cukup melegenda di Amrik sono), karena Tuner yang ada sekarang kebanyakan “main gampang” saja dengan menyelakan/menambahkan Balun 1:4 atau 1: 9 di belakang rangkaian Tunernya (yang kebanyakan menggunakan rangkaian dasar L, T atau Pi Section, SPC atau Ultimate Transmatch), untuk merubah keluaran Tuner yang aslinya unbalanced & low impedance itu menjadi keluaran yang balanced.
Bagi para pehastakarya, pada Gambar 8 bisa diamati skema rangkaian Matching Unit berkeluaran balance yang konvensionil dan “tradisionil”, warisan dari zaman para pendahoeloe masih memakai balanced open wire sebagai feeder di tahun-tahun tigapuluhan doeloe ….

Gambar 8 – rangkaian Matching Unit balance-to-unbalance
Keterangan Gambar:
VC1 : Variable Capacitor 150 ~ 250 pF
L1 : 20 uH, 14-20 lilitan jarang kawat 1.6 mm pada koker dia. 2”
L2 : 2~3 lilitan kawat 1.6 mm, dililti longgar di tengah-tengah L1.

Di samping pembuatannya yang untuk ukuran zaman sekarang membutuhkan kesabaran dan ketlatenan ekstra dalam mencari titik-titik tapping pada L1 yang posisinya mesti imbang ke kiri dan ke kanan dengan cara mengerok lapisan enamel pada permukaan kawat supaya ujung-ujung feederline bisa disolder kan ke situ, Matching unit macam ini hanya bisa untuk bekerja Monoband, atau paling juga bisa diakali (dan dipaksakan) untuk meliput 2 band.
Kalau tidak mau nrimo dengan rangkaian Tuner yang ditambah Balun seperti disebutkan di kolom sebelah (karena Balun akan menambahkan insertion loss/rugi-rugi sisipan pada rangkaian Tuner secara keseluruhan), maka pada Gambar 9 adalah rangkaian Z-Matcher, penyelaras dengan terminal keluaran yang switchable (bisa di-switch) antara keluaran
balanced dan unbalanced TANPA harus menyertakan rangkaian Balun.
Sejak tahun 90-an Z-matcher ini sangat populer di antara para homebrewers di Amrik, Australia, Eropah dan bahkan Russia, karena pembuatannya cukup mudah, dengan komponen-komponen yang di sinipun masih relatip mudah dicari di pasar loak seperti Poncol di Jakarta atau Cikapundung di Bandung. (waktu membuat prototype Z-matcher ini di tahun
1999, Penulis paké komponen yang diprèthèlin dari Ultimate Transmatch yang Penulis rangkai dari komponen-komponen ex rangkaian Pi Section pada TX zaman tabung doeloe)

About primandita

a Man who loves engineering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s