I. JUDUL SIMULASI :
CYCLIC REDUNDANCY CHECK (CRC) ARITMATIKA MODULO 2

II. DESKRIPSI SIMULASI :
Cyclic Redundancy Check (CRC) adalah salah satu metode pendeteksian kesalahan (error detection) yang paling umum digunakan, dan salah satu yang paling kuat dalam hal mendeteksi kesalahan kode-kode biner yang diterima oleh pesawat penerima. Simulasi CRC Aritmatika Modulo 2 diawali dengan memasukan nilai Pesan (diwakili variable ‘M’), Pola (P) dan nilai n-bit dari FCS. Setelah nilai-nilai ini diisi dalam variable, program akan mencari dahulu berapakah nilai FCS nya (dalam biner) dengan cara memodulokan nilai M*2n, sisa hasil baginya merupakan nilai FCS. Setelah itu, nilai FCS tadi ditambahkan dengan Pesan agar didapat nilai dari bit yang akan dikirim. Dalam simulasi ini, kita akan mengecek nilai bit yang diterima dengan cara memodulokan nilai bit yang diterima dengan Pola yang sebelumnya digunakan untuk menentukan nilai FCS. Disini, kita sendiri yang menentukan nilai bit yang akan diterima. Program akan menunjukan ‘tidak terjadi error’ apabila tidak ada sisa saat bit yang diterima dimodulokan dengan Pola. Dan sebaliknya, program akan menunjukan ‘terjadi error’ apabila ada sisa saat bit yang diterima dimodulokan dengan Pola. Dalam simulasi ini juga akan diplotkan nilai bit yang dikirim dan yang diterima.

III. MANFAAT SIMULASI :
1. Dapat menentukan adanya error /kesalahan pada data yang ditransmisikan
2. Mahasiswa memiliki pengetahuan mengenai cara kerja CRC Aritmatika Modulo 2

IV. FLOW CHART & SOURCE CODE
5.1. Flow Chart :

CYCLIC REDUNDANCY CHECK (CRC) ARITMATIKA MODULO 2

5.2 Source code :

input(‘CYCLIC REDUNDANCY CHECK’);
input(‘MODULO 2’);
input(‘M = Pesan’);
input(‘P = Pola’);
input(‘n = Banyak bit pada FCS’);
M = input(‘masukan nilai M :’, ‘s’);
M = bin2dec(M);
P = input(‘masukan nilai P :’, ‘s’);
P = bin2dec(P);
n = input(‘masukan nilai n (dalam biner) :’, ‘s’);
n = bin2dec(n);
disp (‘M =’); disp (M);
disp (‘P =’); disp (P);
disp (‘n =’); disp (n);
R = mod ((n*M),P);
T = (n*M) + R ;
T1 = input (‘masukan nilai yang akan di terima Receiver :’, ‘s’);

Rx = str2num ([T1]);
disp (‘T =’); disp (dec2bin (T));
disp (‘T1 = ‘); disp (T1);
T1 = bin2dec (T1);
if ((mod (T1,P))-(mod (T,P)) == 0);
disp (‘tidak ada error’);
else
disp (‘terjadi error’);
end;
Tx = input (‘untuk membuat plot silahkan masukan nilai T:’, ‘s’);
Tx = str2num ([Tx]);

subplot(2,1,1); stairs(Tx,’–rs’,’LineWidth’,5,’MarkerEdgeColor’,’k’,’MarkerFaceColor’,’g’,’MarkerSize’,1)
title(‘sinyal yang ditransmisikan’);

subplot(2,1,2); stairs(Rx,’–rs’,’LineWidth’,5,’MarkerEdgeColor’,’k’,’MarkerFaceColor’,’g’,’MarkerSize’,1)
title(‘sinyal yang diterima’);

V. OUTPUT PROGRAM
Program simulasi Cyclic Redundancy Check (CRC) Aritmatika Modulo 2 akan mengeluarkan output berupa pernyataan “tidak ada error” atau “terjadi error” dan juga akan mengeluarkan output berupa plot sinyal digital yang ditransmisikan dan yang diterima. Berikut ini adalah hasil dari screenshoot dari program Cyclic Redundancy Check (CRC) Aritmatika Modulo 2 :
1. Screenshoot untuk hasil yang tidak ada error beserta plotnya :

2. Screenshoot untuk hasil yang terjadi error beserta plotnya :

About primandita

a Man who loves engineering

2 responses »

  1. insan164 says:

    tgs komdat kie.,\(^,^)/
    tugas robotic systemnya?
    *waiting*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s